Jumat, 10 Juni 2011

Respek Bukan Hanya Fisik, Tetapi Yang Penting Adalah Merubah Pola Pikir Masyarakat

Aplena Saureh, pendamping Kabupaten Biak Numfor ( kacamata)

Biak-
Penilaian terhadap keberhasilan program Respek hendaknya tidak dilihat pada perubahan fisik semata, tetapi ada hal yang lebih penting dari program itu adalah merubah mind set ( pola piker ) masyarakat di kampung untuk mendorong diri mereka bangkit dari kungkungan kemalasan dan ketidakberdayaan.
“ Jangan kita lihat fisik yang dikerjakan masyarakat, karena itu bukan tujuan utama. Hal penting yang harus kita pahami adalah bagaimana program ini didorong untuk mampu merubah pola piker masyarakat menjadi lebih maju,” ungkap pendamping Respek Kabupaten Biak Numfor, Aplena Saureh kepada wartawan, di Biak, beberapa waktu lalu.
Aplena menyayangkan adanya sikap pesimis dari sejumlah pihak yang tidak puas dengan kegiatan masyarakat di beberapa kampung di Biak, lantaran tidak optimal memanfaatkan dana Respek untuk skala yang luas.” Kita harus belajar menghargai keputusan masyarakat, apapun yang disepakati, tidak sesuai menurut kita, mungkin bagi mereka itu yang terbaik,” ujarnya.
Dijelaskan, bahwa apapun pembangunan atau program lainnya yang akan dilakukan di kampung, masyarakat tidak akan pernah merasa puas, justru sebaliknya tuntutan masyarakat akan terus meningkat. Sama dengan manusia pada umumnya yang tidak pernah puas dengan apa yang di dapatnya, demikian halnya dengan orang di kampung.
“Jadi, saya kira yang terpenting adalah bagaimana kita berupaya bahu membahu bekerja sama dengan masyarakat, memberikan pembinaan dan pendampingan secara total dan dengan hati yang iklas, agar tujuan yang kita harapkan bersama untuk mewujudkan masyarakat Papua yang maju, bisa terwujud,” harapnya.        ( alberth yomo )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar