Sabtu, 03 November 2012

Bupati Biak Numfor Pimpin BKADK Teluk Cenderawasih Papua


Penandatanganan kesepakatan 4 Bupati se-wilayah Teluk Cenderawasih

Yusuf Melianus Maryen
“Saatnya Orang Saireri Bangkit dan Memperjuangkan Percepatan Pembangunan Teluk Cenderawasih”

Bupati Kabupaten Biak Numfor, Yusuf Melianus Maryen mengatakan, makanan lezat dan bergizi sudah terhampar di meja makan, namun jika tidak ada tindakan untuk menggerakan tangan lalu mengambilnya serta memasukkan dalam mulut, maka makanan lezat itu tak ada manfaatnya dan perut akan kosong dan terasa lapar. Jika tidak bergerak juga untuk menyentuhnya, maka tubuh semakin lemas dan akhirnya mati.
Filosofi inilah yang kemudian menggema dalam sanubari Yusuf Melianus Maryen serta putra-putri terbaik lainnya di kawasan teluk Cenderawasih dari Pulau Papua ini ( Biak Numfor, kepulauan Yapen dan Waropen ), sehingga lahirlah semangat untuk bersatu dalam suatu perkumpulan, guna membangun kawasan teluk Cenderawasih yang kaya akan sumber daya alam ini menjadi lebih maju dan setara dengan daerah lainnya di Indonesia.
Seperti baru terbangun dari tidur yang panjang, kesadaran sebagai satu suku bangsa yang memiliki kesamaan-kesamaan sejarah dalam satu wilayah teritorial yang saling berhubungan erat satu dan lainnya, baru muncul di awal tahun 2012 lalu. Berawal dari pertemuan Musrenbang khusus di kota karang panas Biak, ide untuk bersatu ini muncul, dan akhirnya baru diwujudkan pada 2 November 2012 di Kota Serui yang juga dikenal sebagai Kota Perjuangan.
Di kota perjuangan inilah, 4 Bupati ( Yusuf Melianus Maryen Bupati Biak Numfor, Tonny Tesar Bupati Kepulauan Yapen, Yesaya Buiney Bupati Waropen dan Fred Manufandu Bupati Supiori ) sebagai pemimpin daerah dalam kawasan teluk Cenderawasih Papua ini duduk bersama, menyatukan pikiran-pikiran mereka yang akan disumbangkan bagi kemajuan daerah dan masyarakat di dalam kawasan teluk Cenderawasih. Bukan hanya 4 Bupati, ternyata respon yang luar biasa juga diberikan oleh 4 pimpinan anggota DPRD dari masing-masing daerah di teluk Cenderawasih.
Pada Jumat, 2 november 2012, Graha Silas Papare menjadi saksi bisu pertemuan penting itu. Suatu pertemuan penting dari orang-orang penting yang memimpin daerah dalam kawasan ini, suatu pertemuan yang akan menentukan nasib dan masa depan rakyat dalam kawasan teluk Cenderawasih menuju kemandirian dan kesejahteraan.
Dalam pertemuan ini, ke-4 Bupati menyampaikan pikiran-pikirannya terhadap apa yang penting untuk digaris bawahi dan selanjutnya untuk diperhatikan, baik tentang perkumpulan ini maupun tentang rencana dan program dari perkumpulan ini. Tidak hanya para bupati,para pimpinan DPRD dari 4 daerah ini juga memberikan pandangan-pandangannya untuk diperhatikan, baik sebagai lembaga maupun manfaatnya bagi masyarakat di kawasan teluk Cenderawasih.
Walaupun pertemuannya singkat dan tidak membicarakan hal-hal secara detail sebagai suatu lembaga, tetapi pertemuan ini setidaknya menjadi dasar untuk melangkah melakukan hal-hal yang besar di masa mendatang untuk masyarakat di kawasan teluk Cenderawasih.
“Biarlah setengah lusin gelas, setengah lusin sendok, setengah lusin piring kita pakai untuk membangun rumah tangga ini, dan mari kita maju bersama. Kalau kita belum mulai, kapan kita akan start. Kalau kita start, kita tidak bermimpi untuk memulai dari yang besar, tetapi kita mulai dari yang kecil. Kalau kita mulai dari yang kecil maka pasti kita menggapai yang lebih besar lagi,” tegas Yusuf Melianus Maryen yang dinobatkan secara aklamasi sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Daerah Kawasan (BKADK) Teluk Cenderawasih periode 2012-2014.
Jika perencanaan fokus pembangunan nasional akan diarahkan ke daerah lain di luar teluk Cenderawasih, maka tanggal 2 November 2012 akan dicatat sebagai hari bersejarah bagi rakyat di kawasan teluk Cenderawasih, bahwa fokus pembangunan nasional, melalui badan yang dibentuk ini, akan diarahkan juga untuk dapat dilakukan di kawasan teluk Cenderawasih.
“Tuhan telah memberikan kepada kita Matahari untuk Ia datang pada setiap pagi, dan tidak ada orang yang dapat menyangkalnya. Apakah hari ini hujan ataukah hari ini panas, dia akan tetap datang. Dan Tuhan telah menetapkan orang pintar untuk mengatakan bahwa hari ini adalah tanggal 1 Januari dan terakhir ia akan menyatakan hari ini adalah tanggal 31 Desember, “tandas Bupati Kabupaten Biak Numfor ini.
Siklus ini, kata Maryen, akan berjalan terus, tapi cuma satu saja yang penting bagi setiap orang, yaitu bahwa segala sesuatu indah pada waktunya.  Ketika kita tahu bahwa kita sama-sama adalah orang Papua, ketika kita tahu bahwa kita sama-sama orang berbudaya Saireri di kawasan teluk Cenderawasih, maka marilah kita bersatu untuk maju bersama sebagai satu kekuatan untuk membangun kawasan kita ini. (alberth yomo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar