Minggu, 08 Mei 2011

Melihat Realisasi Program PNPM-RESPEK di Distrik Demta Kabupaten Jayapura( Bagian-1)

Nampak rumah pastori di kampung Yakore ( Muris Besar ) yang dibangun dari dana Respek 2008
Distrik Demta Kabupaten Jayapura, berada kurang lebih 100 km arah timur dari Ibukota Kabupaten Jayapura atau berada di pantai utara pulau Papua, dan berada pada bibir pantai pertengahan antara Sarmi dan Jayapura. Bagaimana realisasi program PNPM – RESPEK di Distrik ini, berikut laporannya…

Laporan : Alberth Yomo
Distrik Demta Kabupaten Jayapura memiliki 7 Pemerintahan Kampung, yakni Kampung Yakore ( Muris Besar ), Kampung Muris Kecil, Kampung Demta, Kampung Yaugapsa, Kampung Ambora, Kampung Tarfia dan Kampung Muaif.
Sejak program Respek dicanangkan pada tahun 2007 oleh Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu,SH dan Wakilnya Alex Hesegem,SE, ke- 7 Kampung ini telah masuk dalam program tersebut, dan masyarakatnya telah merasakan secara nyata hasil yang lahir dari program itu.” Tujuh Kampung di Distrik Demta semuanya masuk dalam program Respek, dan hasilnya sangat luar biasa, masyarakat merespon program ini dengan sangat baik,” ungkap Sekretaris Distrik Demta, Alex Reniban,S.Sos, di Demta, beberapa waktu lalu.
Selaku Penanggung jawab operasional kegiatan (PjOK ) PNPM Mandiri – Respek di tingkat Distrik Demta, Alex mengakui program Respek yang disinergikan dengan program PNPM Mandiri berjalan dengan baik dan lancer di Distrik Demta, dan mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat di kampong-kampung.
Dari laporan yang diterima, baik dari masyarakat ataupun dari pendamping, serta hasil kunjungannya secara langsung ke kampong-kampung, Alex melihat antusias yang tinggi dari masyarakat untuk duduk bersama bermusyawarah, merencanakan dan mengambil keputusan tentang kegiatan apa yang menjadi prioritas di kampungnya, untuk selanjutnya dijawab dengan dana Respek.
“Dari Kampong Ambora mereka melaporkan kepada saya, bahwa dana Respek tahun 2010, berdasarkan kesepakatan bersama seluruh masyarakat, digunakan untuk membeli pakaian seragam sekolah, training guru, sepatu sekolah, baju olahraga, kaos bagi kader Posyandu satu lusin, kemudian membuat 2 taman bermain bagi Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ), Pekan Makanan Tambahan, Pengadaan Bibit Ternak bagi 4 suku di kampong Ambora,” jelas Alex.
Sementara itu di Kampung Yakore ( Muris Besar ), kata Alex, dana Respek yang diterima pada tahun 2008, digunakan untuk membangun pastori gereja, selanjutnya dana Respek tahun 2009 digunakan untuk membuat jalan rabat beton sepanjang 600 meter mengelilingi kampung , kemudian dana Respek tahun 2010 digunakan untuk pembangunan taluk depan gereja, Pipanisasi, bak air dan 3 buah toilet.
“ Kalau di Kampung Muris Kecil, dana Respek 2009 mereka pakai untuk membangun balai serbaguna, di kampong Demta dana Respek tahun 2009 dipakai untuk bangun Posyandu, di Kampung Yogapsa pada tahun 2009, digunakan untuk bangun 3 buah Toilet,” ungkap Alex.
Selanjutnya, penanggung jawab operasional kegiatan Respek di tingkat Distrik ini juga mengungkapkan realisasi penggunaan dana Respek di kampong Tarfia dan Muaif, yang mana di Kampung Tarfia, dana Respek tahun 2009 dipakai untuk membangun pipanisasi dan bak penampung, sementara di kampong Muaif, dana tahun 2009 dipakai untuk membeli 9 ekor sapi bagi 9 kelompok dan pengadaan ternak ayam.
Jadi, kata Alex, tidak semua dana Respek dipakai untuk membiayai pekerjaan fisik, tetapi ada juga yang digunakan untuk peternakan, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Alex mencontohkan dana Respek tahun 2010 di kampong Demta, masyarakatnya sepakat untuk membagi habis dana itu kepada seluruh siswa dari TK hingga Perguruan Tinggi dan itu dilakukan dengan baik.
“ Anak Taman Kanak-Kanak diberikan Rp 110 ribu/orang, siswa Sekolah Dasar Rp 200 Ribu/orang, SMP Rp 400 Ribu/orang, SMA Rp 500 Ribu/orang dan Perguruan Tinggi Rp 1-3 Juta/ orang,” jelas Alex. ( Bersambung )



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar