Kamis, 08 Maret 2012

Tarian Murop Pegunungan Bintang Papua Di Berlin Jerman

foto a.yomo_1

foto a.yomo_2

foto a.yomo_3

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, yang diwakili oleh Director of Internasional Tourism Promotion Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, Nia Niscaya, mengaku kaget tapi juga merasakan kebahagiaan yang luar biasa, setelah melihat tarian adat yang dipersembahkan oleh para penari asal Pegunungan Bintang Papua, pada pembukaan pameran Pariwisata Internasional ITB Berlin, yang berlangsung di Berlin, Jerman, Rabu(7/3)lalu.
“ Ini surprise, saya tidak menduga Papua bisa hadir dalam iven sebesar ini, apalagi bisa menampilkan tarian adatnya. Luar biasa, hari ini saya sangat bahagia dan bangga, karena ditengah-tengah acara yang padat dan ramai ini, tim tari dari Indonesia yang diwakili oleh saudara-saudara saya dari Papua membuat seluruh pandangan mata para pengunjung dari berbagai negara, tertuju kepada stand Indonesia,” ungkap Nia Niscaya.
Nia menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para penari, kepada Pemerintah Provinsi Papua dan kepada Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, yang telah memberi dukungannya melalui tim tari Murop Tabib Pegunungan Bintang Papua, sehingga dari penampilan itu, memberi efek yang positif pada stand Indonesia, pengunjung banyak yang datang dan bertanya.
Nia berharap, Pemerintah Provinsi Papua secepatnya membenahi infrastruktur transportasi dan akomodasi yang mendukung kegiatan wisatawan, disamping itu harus memberikan jaminan keamanan, karena melalui promosi ini, banyak wisatawan akan berkunjung ke Papua, apalagi Papua dikenal sebagai daerah yang masih utuh alamnya, yang merupakan daya tarik luar biasa, khususnya bagi wisatawan dari Eropa.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Papua yang diwakili oleh Kepala Biro Humas dan Protokol, Anni Rumbiak,SE,MM juga terharu dan mengaku bangga, karena Papua berhasil mewakili Indonesia dan mempersembahkan salah satu bagian dari kekayaan yang dimiliki di bumi cenderawasih dalam Iven Internasional yang dihadiri 178 Negara ini.
“ Terima kasih buat para penari, karena telah memberikan warna yang berbeda dalam Iven Internasional ini, ke depannya, perlu ada koordinasi yang lebih baik lagi dengan seluruh Pemerintah Kabupaten se-Papua dan Pemerintah Provinsi Papua serta para agen wisata, sehingga menciptakan peluang yang lebih besar lagi bagi peningkatan kunjungan wisata ke Papua,” tandas Anni Rumbiak.
Tim tari Murop Tabib asal Pegunungan Bintang Papua ini, awalnya diberi kesempatan hanya sekali pentas, tetapi seiring banyaknya permintaan dari pengunjung yang tidak sempat melihat tarian ini, akhirya panitia ITB Berlin meminta Indonesia untuk menampilkan kembali tarian asal Papua itu.” Sungguh luar biasa, semoga ke depannya Papua bisa lebih siap lagi,” tandas koordinator tim tari, Silvester Oropyana.
Silvesterpun mencucurkan air matanya ketika diwawancarai, ia mengucap syukur kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya dan 10 penarinya, sehingga bisa berkunjung ke Jerman.”Ini sejarah, kami akan ingat seumur hidup kami, karena kami tidak tampil di tingkat kampung, tingkat Distrik, tingkat Kabupaten,tingkat Provinsi atau tingkat Nasional, tetapi ini di tingkat Internasional,” ujar Silvester dengan bangga.(alberth yomo- Berlin, Jerman)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar