Minggu, 20 Mei 2012

Persidafon Bangkrut!



HMS : “Ya, Persidafon bisa dikatakan Colaps(bangkrut.red), karena kami tidak bisa mempertahankan diri pada sesuatu yang tidak mampu kami lakukan”
Jayapura- Masalah serius kini melanda Persidafon Jayapura, bukan hanya soal gaji dan kontrak pemain yang belum terbayarkan untuk beberapa bulan serta mogoknya sejumlah pemain pada pertandingan resmi dalam lanjutan Liga Super Indonesia beberapa waktu lalu, tetapi yang lebih parah, klub asal Kabupaten Jayapura ini dinyatakan bangkrut atau tidak mampu lagi untuk membiayai dirinya sendiri menjalani kompetisi sepak bola di Indonesia Super Liga.
“Ya, Persidafon bisa dikatakan Colaps(bangkrut.red), karena kami tidak bisa mempertahankan diri pada sesuatu yang tidak mampu kami lakukan. Jadi, kalau hari ini ada yang berminat untuk menangani Persidafon, silakan saja. Misalnya ada perusahaan yang mau ambil Persidafon, silakan saja, atau semangat dari para suporter untuk membiayai Persidafon, silakan saja. karena saya bukan pemilik Persidafon, tapi saya hanya bantu mengurus Persidafon,” ungkap Ketua Umum Persidafon, Habel Melkias Suwae kepada wartawan di rumah makan rempah-rempah Abepura, Sabtu(19/5) lalu.
Tahun 2012 ini, kata HMS, tim sepak bola profesional di Indonesia, tidak bisa dibiayai lagi oleh dana APBD, karena dilarang oleh Menteri Dalam Negeri. Dengan demikian, Persidafon juga mengalami hal yang sama. Sebelum ke ISL, Persidafon dibiayai oleh Pemerintah (Menggunakan dana APBD ), sehingga bisa berjalan dengan baik dan lancar, tetapi sekarang sudah dilarang gunakan dana APBD, untungnya ada bantuan dari Bank Papua serta beberapa pihak lainnya, sehingga Persidafon bisa berjalan hingga saat ini.
“Kalau sebelumnya, saya bisa mengangkat Persidafon dari Divisi I, Divisi Utama hingga masuk ke Liga Super, karena mendapat dukungan APBD yang luar biasa. Setelah berada di ISL, Persidafon sudah tidak bisa lagi dibiayai oleh dana APBD. Kalau sudah begitu, sekarang mau bilang sama siapa? Kalau ada yang kemudian menyalahkan managemen, saya pikir  itu keliru, karena sesungguhnya, kami sudah berkorban banyak untuk Persidafon, tapi kami tidak dapat apa-apa, hanya kepuasan batin,” ujar HMS.
HMS menegaskan kembali kepada para suporter dan seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura, bahwa Persidafon bisa jalan sampai saat ini, itu karena usaha keras dari Managemen. Karena kerja keras itu, bonus pemain masih dibayarkan dengan lancar, hotel, makan, tiket semua ditanggung oleh Managemen. Hanya saja untuk membiayai sesuatu yang besar , seperti gaji dan kontrak, itu yang  sedang diupayakan.
“Kami sudah mendekati PT Freeport, tapi sampai hari ini belum ada jawaban. Kalau Persipura bisa dapat 7 Miliar dari PT.Freeport, Persidafon sampai hari ini belum ada jawaban. Kami coba dengan pihak dari Jakarta, mereka janji untuk membantu, tapi sampai saat ini belum ada jawaban. Kita tidak mesti pergi mencuri duit atau mencuri APBD, jelas tidak mungkin. Kami sedang berupaya, hanya saja belum ada jalan keluar,” jelasnya.
Karena itu, HMS menyesalkan ada pihak-pihak yang bisanya hanya menyalahkan, padahal tidak tahu kalau selama ini managemen sudah berusaha keras. “Kalau tuntut, apa yang bisa anda lakukan? Sekarang ini, uang pribadi kami yang keluar untuk bayar segala macam kebutuhan pemain.” tegasnya.
Habel juga membantah kalau tidak pernah bicara dengan para pemain, semua sudah dia bicarakan, kebetulan harapan yang diberikan sampai saat ini belum terwujud, sehingga ia tidak sampai hati untuk bertemu dengan para pemain, kecuali kalau apa yang sedang diperjuangkan itu sudah di dapat, sehingga akan enak dan nyaman untuk bertemu dengan para pemain.
“Pada saat kami berjuang ini, sebenarnya kami sedang mengikat diri dengan utang. Apakah Persidafon ini kami punya perusahaan untuk mencari keuntungan? Sama sekali tidak. Kami sesungguhnya kerja bakti, tidak ada yang kami dapatkan, hanya kepuasan batin.” ujarnya.
Ketika disinggung dampak pernyataan ini terhadap eksistensi pemain dan keberlanjutan Persidafon di sisa laga ISL, HMS menegaskan bahwa itulah kenyataan yang harus dihadapi. “Kalau pemain tidak mau, ya, terpaksa kita berhenti. Untuk apa kita bercita-cita melakukan hal yang besar, padahal kita sendiri tidak punya kemampuan untuk melakukan itu,” jelasnya.
Meski demikian, HMS berharap, para pemain tetap bersabar, karena segala upaya terus dilakukan untuk mendapatkan dana guna membayarkan gaji dan kontrak pemain serta biaya-biaya lainnya.(yom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar