Kamis, 31 Mei 2012

Mengunjungi Benteng Marlborough di Kota Bengkulu





Setelah lebih kurang 140 tahun Pemerintah Inggris berada di Bengkulu, mereka banyak meninggalkan "warisan" peninggalan bersejarah. Salah satunya adalah Benteng Marlborough. Benteng Marlborough merupakan bangunan kokoh peninggalan Inggris yang dibangun pada 1713 hingga 1719 pada masa kepemimpinan Gubernur Joseph Collet.

Nama benteng ini menggunakan nama seorang bangsawan dan pahlawan Inggris, yaitu John Churchil, Duke of Marlborough I. Benteng ini tergolong terbesar di kawasan Asia.
Peninggalan sejarah ini memiliki daya tarik yang besar karena kelangkaannya.
Benteng ini dulunya merupakan pusat pemerintahan kolonial Inggris yang menguasai Propinsi Bengkulu selama lebih kurang 140 tahun (1685-1825).

Sehingga benteng ini pun masih memiliki bentuk yang sesuai dengan desain asli bangunan abad ke-17. Sungguh merupakan daya tarik yang jarang ditemukan di tempat lain.
Situs kawasan Benteng Marlborough ini berada dalam satu kawasan dengan objek wisata alam pantai, yaitu Pantai Tapak Paderi. Sehingga memberikan perpaduan objek wisata alam dan budaya. Kelengkapan kawasan ini sebagai objek wisata menjadi potensi besar untuk dapat menjadi objek wisata unggulan bagi Kota Bengkulu.

Benteng Marlborough sejak mulai dibangun telah memegang fungsi strategis di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Potensi kesejarahan yang demikian merupakan komoditi penelitian yang menarik. Potensi ini memiliki nilai yang besar dalam memperkaya kajian keilmuan.

John Bastin dalam bukunya yang berjudul: The British in West Sumatera (1685-1825) A Selection Documents with An Introduction. Kuala Lumpur: University of Malaya Press, 1965., banyak memberikan informasi tentang kejadian-kejadian di sekitar Benteng Marlborough.
Bahkan yang lebih menarik adalah digunakannya dokumen-dokumen resmi dari pemerintah Inggris yang berpusat di Benteng Malborough, termasuk dokumen yang disebut SFR (Sumatera Factory Record). Karya pustaka ini dapat menjadi sumber informasi yang mampu memberikan daya tarik kepada wisatawan mancanegara maupun nusantara.

Seperti salah satu informasi dari John Bastin yang menarik bahwa Benteng Marlborough pernah ditinggalkan oleh pemerintah Inggris selama hampir lima tahun, yaitu pada 1719-1724. Tentu saja ini menarik untuk diketahui lebih lanjut, tentang siapa yang menguasai Benteng Marlborough selama tahun 1719-1724, dan apa yang sebenarnya terjadi selama lima tahun tersebut.

Informasi tersebut tentu mengandung nilai sejarah yang tinggi dan merupakan sumber keilmuan yang berharga. Sebagai peninggalan sejarah yang penuh potensi keilmuan, Benteng Marlborough telah memiliki segmen pasar tersendiri, yaitu para pelajar dan mahasiswa.

Pada 1712 Yoseph Collet diangkat menjadi Deputi Gubernur, ia meminta izin untuk menggantikan benteng York dan membangun satu benteng baru di atas karang, satu bukit kecil yang menghadap ke laut sekitar 2 Km dari benteng York.
Pada 1714 dimulailah pembangunannya dan selesai pada tahun 1718. Yoseph Colet menyebutnya benteng "Malborough" yang merupakan Duke Of Malborough pertama yang diangkat menjadi pahlawan nasional setelah ia memenangkan sejumlah pertempuran melawan Perancis dan musuh-musuh lainnya.

Pada masa pemerintahan Thomas Stamford Raffles pada 1818-1824 Bengkulu menjadi terkenal. Pada 1825 Inggris yang menguasai Bengkulu melakukan tukar menukar dengan Belanda yang menguasai Malaysia dan Singapura.
Belanda selanjutnya menempati benteng Malborough sampai perang dunia II yang pada akhirnya semua wilayah Sumatera diduduki tentara Jepang sampai Jepang menyerah kalah pada 1945. Setelah kemerdekaan RI tahun 1945 benteng tersebut digunakan oleh TNI dan polisi sampai tahun 1970.

Setelah kemerdekaan RI Bengkulu merupakan salah satu Keresidenan di Provinsi Sumatera Selatan, baru pada tahun 1968 Bengkulu terwujud menjadi Provinsi yang berdiri sendiri dan lepas dari Provinsi Sumatera Selatan.

Apa saja yang ditawarkan kepada pengunjung objek wisata ini?
Para pengunjung dapat melihat kebesaran kekuatan penjajah kolonial di masanya dengan bangunan benteng yang besar dan masih terjaga kelengkapannya ini.

Kemudian menikmati panorama laut dari salah satu sisi benteng yang memang indah di sore hari, untuk penginapan para wisatawan tidak perlu susah-susah lagi, karena terdapat hotel dan penginapan di radius maksimal 1 km dari benteng ini.

Minggu, 20 Mei 2012

Persidafon Bangkrut!



HMS : “Ya, Persidafon bisa dikatakan Colaps(bangkrut.red), karena kami tidak bisa mempertahankan diri pada sesuatu yang tidak mampu kami lakukan”
Jayapura- Masalah serius kini melanda Persidafon Jayapura, bukan hanya soal gaji dan kontrak pemain yang belum terbayarkan untuk beberapa bulan serta mogoknya sejumlah pemain pada pertandingan resmi dalam lanjutan Liga Super Indonesia beberapa waktu lalu, tetapi yang lebih parah, klub asal Kabupaten Jayapura ini dinyatakan bangkrut atau tidak mampu lagi untuk membiayai dirinya sendiri menjalani kompetisi sepak bola di Indonesia Super Liga.
“Ya, Persidafon bisa dikatakan Colaps(bangkrut.red), karena kami tidak bisa mempertahankan diri pada sesuatu yang tidak mampu kami lakukan. Jadi, kalau hari ini ada yang berminat untuk menangani Persidafon, silakan saja. Misalnya ada perusahaan yang mau ambil Persidafon, silakan saja, atau semangat dari para suporter untuk membiayai Persidafon, silakan saja. karena saya bukan pemilik Persidafon, tapi saya hanya bantu mengurus Persidafon,” ungkap Ketua Umum Persidafon, Habel Melkias Suwae kepada wartawan di rumah makan rempah-rempah Abepura, Sabtu(19/5) lalu.
Tahun 2012 ini, kata HMS, tim sepak bola profesional di Indonesia, tidak bisa dibiayai lagi oleh dana APBD, karena dilarang oleh Menteri Dalam Negeri. Dengan demikian, Persidafon juga mengalami hal yang sama. Sebelum ke ISL, Persidafon dibiayai oleh Pemerintah (Menggunakan dana APBD ), sehingga bisa berjalan dengan baik dan lancar, tetapi sekarang sudah dilarang gunakan dana APBD, untungnya ada bantuan dari Bank Papua serta beberapa pihak lainnya, sehingga Persidafon bisa berjalan hingga saat ini.
“Kalau sebelumnya, saya bisa mengangkat Persidafon dari Divisi I, Divisi Utama hingga masuk ke Liga Super, karena mendapat dukungan APBD yang luar biasa. Setelah berada di ISL, Persidafon sudah tidak bisa lagi dibiayai oleh dana APBD. Kalau sudah begitu, sekarang mau bilang sama siapa? Kalau ada yang kemudian menyalahkan managemen, saya pikir  itu keliru, karena sesungguhnya, kami sudah berkorban banyak untuk Persidafon, tapi kami tidak dapat apa-apa, hanya kepuasan batin,” ujar HMS.
HMS menegaskan kembali kepada para suporter dan seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura, bahwa Persidafon bisa jalan sampai saat ini, itu karena usaha keras dari Managemen. Karena kerja keras itu, bonus pemain masih dibayarkan dengan lancar, hotel, makan, tiket semua ditanggung oleh Managemen. Hanya saja untuk membiayai sesuatu yang besar , seperti gaji dan kontrak, itu yang  sedang diupayakan.
“Kami sudah mendekati PT Freeport, tapi sampai hari ini belum ada jawaban. Kalau Persipura bisa dapat 7 Miliar dari PT.Freeport, Persidafon sampai hari ini belum ada jawaban. Kami coba dengan pihak dari Jakarta, mereka janji untuk membantu, tapi sampai saat ini belum ada jawaban. Kita tidak mesti pergi mencuri duit atau mencuri APBD, jelas tidak mungkin. Kami sedang berupaya, hanya saja belum ada jalan keluar,” jelasnya.
Karena itu, HMS menyesalkan ada pihak-pihak yang bisanya hanya menyalahkan, padahal tidak tahu kalau selama ini managemen sudah berusaha keras. “Kalau tuntut, apa yang bisa anda lakukan? Sekarang ini, uang pribadi kami yang keluar untuk bayar segala macam kebutuhan pemain.” tegasnya.
Habel juga membantah kalau tidak pernah bicara dengan para pemain, semua sudah dia bicarakan, kebetulan harapan yang diberikan sampai saat ini belum terwujud, sehingga ia tidak sampai hati untuk bertemu dengan para pemain, kecuali kalau apa yang sedang diperjuangkan itu sudah di dapat, sehingga akan enak dan nyaman untuk bertemu dengan para pemain.
“Pada saat kami berjuang ini, sebenarnya kami sedang mengikat diri dengan utang. Apakah Persidafon ini kami punya perusahaan untuk mencari keuntungan? Sama sekali tidak. Kami sesungguhnya kerja bakti, tidak ada yang kami dapatkan, hanya kepuasan batin.” ujarnya.
Ketika disinggung dampak pernyataan ini terhadap eksistensi pemain dan keberlanjutan Persidafon di sisa laga ISL, HMS menegaskan bahwa itulah kenyataan yang harus dihadapi. “Kalau pemain tidak mau, ya, terpaksa kita berhenti. Untuk apa kita bercita-cita melakukan hal yang besar, padahal kita sendiri tidak punya kemampuan untuk melakukan itu,” jelasnya.
Meski demikian, HMS berharap, para pemain tetap bersabar, karena segala upaya terus dilakukan untuk mendapatkan dana guna membayarkan gaji dan kontrak pemain serta biaya-biaya lainnya.(yom)

Jumat, 18 Mei 2012

Gaji Tidak Dibayarkan, 12 Pemain Persidafon Mogok Lawan Persiba Balik Papan


Walau tidak digaji beberapa bulan, Ferinando Pahabol, tetap tampil menawan saat menghadapi Persiba, di stadion Bas Youwe, Jumat (18/5).

Jayapura- Menyaksikan pertandingan antara Persidafon Jayapura melawan Persiba Balik Papan, ada yang terlihat aneh dan tidak lasim dalam suatu pertandingan sepak bola bergengsi sekelas Liga Super Indonesia,dimana tim tuan rumah hanya menyisahkan 2 pemain cadangan, jadi total ada 13 pemain Persidafon yang turun pada laga melawan Persiba, di stadion Bas Youwe Sentani,Jumat(18/5) kemarin.
Keadaan ini membuat para penonton dan suporter Persidafon bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan pemain Persidafon lainnya? Sebanyak 12 pemain utama Persidafon tidak nampak batang hidungnya,di bangku cadangan maupun di tribun penonton, sebut saja Wanggai bersaudara, Christian Worabay, Rasmoyo, Bejo Sugiantoro, Eric Bayemi, Frengky Amo, Wilson Aleng, Nyon A Jam, Erdi Titaley, Isak Oagai dan Itimi Dikson.
Melihat keanehan ini, usai menyaksikan laga Persidafon versus Persiba, suporter Persidafon melakukan aksi protes di depan stadion Bas Youwe menuntut penjelasan Managemen.” Kami minta managemen transparan, di mana pemain-pemain lainnya?kenapa mereka tidak bermain? Apa yang sebenarnya terjadi dengan tim Persidafon?,” teriak koordinator Suporter Persidafon, Wahyu, yang diikuti oleh suporter lainnya.
Setelah berorasi kurang lebih 30 menit, Sekertaris Persidafon, Alfius Demena menemui para suporter ini dan menjelaskan tentang kondisi yang dialami tim kesayangan masyarakat di Kota Sentani Kabupaten Jayapura ini.”Kami managemen meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat di Sentani dan di seluruh pelosok Kabupaten Jayapura terkait kondisi tim Persidafon saat ini. Jujur saja, saat ini managemen sedang menghadapi masalah kekurangan dana, sehingga belum membayar gaji para pemain selama beberapa bulan. Sehingga sejumlah pemain kami, melakukan mogok latihan dan mogok bermain pada hari ini. Doakan, semoga ada pihak-pihak yang peduli, sehingga dapat membantu managemen Persidafon keluar dari persoalan ini,” ungkap Demena.
Demena berharap dukungan para suporter untuk mendesak pihak swasta dan Pemerintah yang ada di Kabupaten Jayapura, agar bersedia memberikan dukungan nyata kepada Persidafon Jayapura, sehingga Persidafon bisa tetap eksis di Liga Super Indonesia.
Asisten Manager Persidafon, Iwan Nasarudin mengakui hal itu, bahwa benar sejumlah pemain mogok bermain karena tidak mendapat kepastian tentang gaji.” Kami sedang usahakan, semoga dalam waktu satu minggu ini, dananya sudah cair, dan hak para pemain ini akan diselesaikan. Bukan 5 bulan, tetapi 3 bulan gaji pemain tidak dibayarkan,juga 30 persen nilai kontrak belum terbayarkan” ungkap Iwan.
Iwan yang habis-habisan dengan dana pribadi untuk membiayai segala perjalanan dan kebutuhan tim Persidafon, berharap ada uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten dan para pengusaha di Kabupaten Jayapura untuk membantu Persidafon, sehingga tidak semakin terpuruk.” Saya sendiri sudah tidak mampu, saya habis-habisan dengan tim ini, jadi saya berharap ada bantuan dari pihak lain, terutama dari Pemerintah Kabupaten Jayapura dan para pengusaha yang ada di Kabupaten Jayapura, untuk membantu Persidafon,” ujarnya.
Segala upaya telah dilakukan Iwan, termasuk mencari para penyumbang dana dari luar Provinsi Papua. “Sudah ada yang mau membantu, hanya saja terbentur masalah administrasi, sehingga pencairannya lambat, saya berharap, minggu ini sudah dapat jawabannya,” jelasnya. Ketika disinggung siapa penyumbang dana tersebut, dan berapa besar dananya?Iwan tidak bersedia mengungkapkan.” Nanti setelah kami dapat, baru saya sampaikan,” tandas Iwan.(yom)

Persidafon Gagal Meraih Poin Penuh Dari Balik Papan


Lukas Rumkabu, pencetak dua gol yang menyelamatkan Persidafon dari kekalahan melawan Persiba Balik Papan,  di Stadion Bas Youwe,Jumat(18/5) 


Jayapura- Persidafon Jayapura lagi-lagi gagal meraih poin penuh, setelah sebelumnya berbagi angka dengan Sriwijaya FC, hal serupa juga terjadi ketika Eduard Ivakdalam dan kawan-kawan menjamu tim asal Kalimantan Timur, Persiba Balik Papan, pada lanjutan Liga Super Indonesia yang berlangsung di stadion Barnabas Youwe sentani, Jumat (18/5) .
Gabus Sentani, julukan Persidafon, membuang peluang sebagai tuan rumah untuk meraih poin penuh, setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Persiba Balik Papan. Dua gol Persidafon, lahir melalui penyerangnya Lukas Rumkabu, pada menit 8 dan menit 87, sedangkan gol balasan Persiba, dicetak oleh Ahmad Sembiring dan Sultan Sama, pada menit 25 dan menit 80.
Dengan hasil ini, baik Persidafon maupun Persiba hanya mengoleksi satu poin. Bagi Persidafon, hasil seri ini merupakan suatu kerugian, karena bermain di kandang sendiri, tetapi bagi Persiba, hasil seri merupakan keuntungan, karena tidak mudah meraih satu poin di kandang lawan. Dengan tambahan satu poin, peringkat Persidafon naik dua strip ke peringkat 10  klasemen sementara Liga Super Indonesia, dengan poin 30, menggeser Persegres dan PSPS, sementara Persiba, tetap berada di peringkat 6, dengan poin 38.
Tampil tanpa sejumlah pilar utama, anak asuh Erens Pehelerang ini tetap percaya diri, dengan mengandalkan Lukas Rumkabu, Alan Aronggear dan Ferinando Pahabol di barisan depan, serta di dukung oleh pemain sarat pengalaman, Eduard Ivakdalam dari lini tengah, gabus sentani mampu membuat repot pertahanan Persiba. Terbukti pada menit 8, Lukas Rumkabu membuka keunggulan Persidafon menjadi 1-0, tetapi pada menit 25, tembakan keras Ahmad Sembiring yang sebenarnya sudah ditangkap Kiper Celcius Gebse, tercocor dan masuk ke dalam gawang Persidafon, kedudukan imbang menjadi 1-1, yang bertahan hingga babak I usai.
Pada babak kedua, Erens Pehelerang memasukkan satu-satunya pemain pengganti yang ada di bangku cadangan Persidadon, yaitu Korinus Fingkreuw menggantikan Alan Aronggear. Tetapi rupanya pergantian ini tidak efektif, justru gawang Persidafon kembali bobol lewat sepakan keras Sultan Sama pada menit 80. Tetapi beruntung, tiga menit sebelum bubar, sepakan pojok yang dilakukan Eduard Ivakdalam, diselesaikan dengan baik oleh Lukas Rumkabu, sehingga menyelamatkan Persidafon dari kekalahan.
Manager tim Persiba, Jamal Al Rasyid mengaku puas karena berhasil meraih satu poin di kandang Persidafon, hal yang sama diungkapkan oleh Pelatih Persidafon, Erens Pehelerang.”Saya puas dan bangga pada anak-anak, walaupun kami sedang menghadapi masalah yang berat dan  tanpa 11 pemain utama, tetapi kami mampu menahan tim utama dari Persiba Balik Papan,” ungkapnya.(yom)

Senin, 14 Mei 2012

Tidak Benar Patrich Wanggai Bergabung Dengan Timnas



Patrich Wanggai, ketika berduel dengan Jaimy Coyhe salah satu pemain Sriwijaya FC, di Stadion Bas Youwe, kemarin
Jayapura- Informasi tentang bergabungnya Patrich Wanggai ke Tim Nasional Indonesia untuk persiapan lawatan timnas Indonesia ke luar negeri, seperti yang digembar-gemborkan di media nasional, dibantah oleh Manager Persidafon Jayapura, Iwan Nasarudin.
“Itu kan kata wartawan, yang benar itu, Patrich minta ijin kepada kami untuk berangkat ke Jakarta dalam rangka menerima penghargaan sebagai pemain muda Indonesia terbaik, dan setelah itu, ia kembali ke Jayapura sesuai dengan waktu yang disepakati,” jelas Iwan kepada wartawan, di stadion Barnabas Youwe, Senin(14/5) kemarin.
Iwan menyesalkan pemberitaan itu, dan ia berharap, agar ke depannya, para pemburu berita sebaiknya mengkroscek secara menyeluruh, sehingga tidak mempublikasinya secara sepotong-sepotong.” Buktinya, ia sore ini ada di lapangan dan bermain bersama Persidafon. Saya ketika dapat informasi seperti itu, saya tanya kepada wartawan nasional, dari mana dapat informasi itu, mereka tidak mampu menjelaskan secara baik,” jelas Iwan.
Iwan bahkan menegaskan, bahwa Patrich Wanggai pemain muda yang sangat potensial, ia masih butuh bimbingan, karena itu, sebagai pemain muda, tentu emosinya sulit dikontrol, jadi perlu dukungan dari pemain senior dan pelatih untuk terus mengingatkan Patrich. “Saya yakin, suatu saat ia akan menjadi pemain yang baik,” jelasnya.(yom)

Hadapi Masalah Dana, Managemen Persidafon Minta Dukungan Berbagai Pihak



Persidafon Jayapura beberapa saat sebelum bertanding melawan Sriwijaya FC, Senin(14/5) kemarin.
Jayapura- Persoalan minimnya dana yang sedang dihadapi oleh Persidafon Jayapura, diharapkan mendapat perhatian dari semua pihak di Kabupaten Jayapura, sehingga dapat membantu tim asal Sentani ini tetap tampil konsisten di kasta sepak bola tertinggi se tanah air ini. Demikian harapan Manager tim Persidafon, Iwan Nasarudin kepada wartawan, usai laga Persidafon versus Sriwijaya FC, di Stadion Barnabas Youwe, Senin(14/5) kemarin.
“ Kami sangat berharap ada dukungan dari berbagai pihak kepada Persidafon, khususnya dukungan dana, sehingga tim kebanggaan masyarakat di Kabupaten Jayapura ini bisa tetap tampil konsisten di Kompetisi Sepak Bola Indonesia Super Liga,” ungkap Iwan Nasarudin.
Berbagai upaya telah dilakukan managemen untuk mencari dukungan sponsor, tetapi seperti menabrak tembok, begitu sulit mendapatkan pihak-pihak yang mau bersedia membantu atau mensuport Persidafon Jayapura, padahal dari sisi kualitas dan kemampuan para pemain sangat mumpuni sebagai tim yang bisa bersaing dengan tim-tim besar lainnya.
“ Kami sedang berupaya melakukan negosiasi dengan PT.Freeport Indonesia, dan Ketua Umum Persidafon Habel Melkias Suwae sedang berupaya untuk meyakinkan PT.Freeport Indonesia, semoga ada jalan yang baik bagi tim ini untuk keluar dari persoalan itu,” ungkap Iwan.
Iwan berharap, tidak hanya Freeport, kalau ada pihak-pihak lain yang ingin membantu Persidafon, managemen sangat terbuka dan akan senang menerima bantuan dari pihak-pihak yang mempunyai kepedulian terhadap tim  sepak Bola dari Kabupaten Jayapura ini.
Sementara itu, pelatih Persidafon, Erens Pehelarang mengaku kasihan dengan para pemainnya, karena tak kunjung mendapat kepastian soal gaji pemainnya yang tertunda dibayarkan selama tiga bulan. Ia berharap, semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama, hak para pemainnya bisa secepatnya diselesaikan, sehingga tidak memperburuk keadaan dalam tim yang sudah dibentuk dengan susah payah ini.(yom)

Persidafon Jayapura Ditahan Sriwijaya FC 2-2


Selebrasi Ferinando Pahabol, setelah mencetak gol keduanya ke gawang Sriwijaya FC, tetapi sayang, dua golnya tidak mampu mambawa Persidafon meraih poin penuh.


Jayapura- Persidafon Jayapura hanya mampu meraih satu poin dari lawannya Sriwijaya FC, setelah ditahan imbang 2-2 oleh tim asal Sumatera ini pada pertandingan lanjutan kompetisi Sepak Bola Liga Super Indonesia yang berlangsung di Stadion Barnabas Youwe, Senin(14/5) kemarin.
Ferinando Pahabol menjadi pahlawan Persidafon, karena dua gol bagi tim gabus sentani ini lahir dari kakinya, pada menit 16 dan menit 56. Sementara dua gol balasan dari Sriwiajaya FC dicetak oleh Keith Kayamba Gumb dan Thiery Ahatsy pada menit 53 dan menit 81.
Hasil imbang ini tidak mempengaruhi posisi Persidafon dan Sriwijaya FC di klasemen sementara Liga Super Indonesia, di mana Sriwijaya FC tetap berada di puncak klasemen sementara dengan poin 52 dari 23 kali bertanding, sementara Persidafon Jayapura, tetap di urutan 11 dengan poin 29 dari hasil 23 kali bertanding.
Manager tim Persidafon, Iwan Nasarudin mengaku bangga kepada Eduard Ivakdalam cs, karena mampu mempertunjukkan permainan yang baik, meskipun hasilnya draw, tetapi menurut Iwan, itulah hasil yang sangat memuaskan, apalagi dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai persoalan sedang menimpa tim Persidafon, tetapi tidak mempengaruhi secara total permainan tim di lapangan.
Pelatih Persidafon, Erens Pehelerang, juga mengungkapkan hal yang sama, ia senang, karena semangat anak-anak dari kaki gunung cyclop ini tetap terjaga, walaupun di terpa oleh sejumlah persoalan yang sangat krusial, tetapi persoalan itu ternyata tidak mempengaruhi penampilan anak asuhnya di lapangan.
Sementara itu, Pelatih Sriwijaya FC, Kashartadi, mengaku puas dengan performa dari timnya yang telah berhasil menahan imbang Persidafon Jayapura di kandangnya sendiri, dan hasil imbang, menurutnya merupakan hasil yang patut disyukuri, meskipun sebenarnya mereka menargetkan untuk menang di markas Persidafon ini.
“Kompetisi masih panjang, Sriwijaya masih menyisahkan 11 kali pertandingan lagi, dan 6 diantaranya bermain di kandang Sriwijaya, jadi kami tetap bersyukur dengan hasil imbang ini, demikian juga untuk pertandingan tandang lainnya melawan sesama tim asal tanah Papua, hasil imbang merupakan hasil yang sangat baik bagi Sriwijaya FC, dan kami optimis, bahwa pertandingan kandang akan disapu bersih,”ujarnya.
Untuk pertandingan selanjutnya, Persidafon akan menjamu tim asal Kalimantan, Persiba Balik Papan pada tanggal 18 Mei di stadion Barnabas Youwe, sementara Sriwijaya FC akan bertandang ke markas Persiram Raja Ampat pada tanggal 17 mei mendatang.(yom)