Kamis, 17 Februari 2011

Upacara Bendera Hendaknya Jadi Media Solidaritas Antar Aparatur Negara

Jayapura- Upacara bendera setiap tanggal tujuh belas tiap bulannya diharapkan tidak dipandang sebagai kegiatan seremonial belaka, tetapi hendaknya dijadikan sebagai media untuk meningkatkan disiplin kerja, solidaritas antar aparatur Negara di Papua, mempertebal rasa nasionalisme dan mempertinggi sikap patriotism yang selanjutnya dapat diimplementasikan dalam bentuk kinerja terbaik, sesuai bidang tugas dan lingkup tanggung jawab masing-masing.
Demikian ditegaskan Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen. Erfi Triassunu pada saat upacara bendera tujuhbelasan yang berlangsung di lapangan upacara Makodam XVII/Cenderawasih, Kamis(17/2 ) kemarin.
“ Kepada para pimpinan/Komandan satuan TNI dan Polri serta aparatur Pemda Papua, saya mengajak untuk meningkatkan kepedulian dalam membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat demi kelancaran roda Pemerintahan,” tegas Mayjen Erfi.
Hal yang paling mendasar, lanjutnya, adalah dimulai dari pribadi para unsure pimpinan untuk memberikan contoh yang positif kepada masyarakat, sekaligus berbuat yang terbaik dan memberikan solusi terbaik dalam menghadapi setiap permasalahan.”Pelaksanaan upacara gabungan ini juga merupakan sarana yang tepat untuk membangun kebersamaan antara TNI,Polri dan Pemda Papua dalam rangka mewujudkan Papua sebagai tanah damai,”ujar Pangdam XVII/Cenderawasih.
Selain itu, kata Pangdam, upacara gabungan ini juga sebagai gambaran tentang Papua yang kondusif, sehingga dapat selalu memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa untuk tetap mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia mulaid ari sabang sampai Merauke.
“Kondisi dan situasi umum wilayah Papua saat ini sudah mengalami banyak kemajuan, baik dari sisi politik, ekonomi, social budaya dan keamanan. Stablitas wilayah yang kondusif selama ini merupakan modal utama untuk membangun daerah ini lebih maju lagi,” ungkapnya.(yomo )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar