Kamis, 20 Mei 2010

Rakyat Papua, Mari Kita Berdoa Untuk Persipura


“Saya berkeyakinan, bahwa dengan kekuatan doa, Mujizat Itu Pasti Nyata”

Liga Super Indonesia atau Indonesia Super Liga ( ISL ) Tahun 2009/2010 beberapa saat lagi akan berakhir,tepatnya tanggal 30 Mei 2010 mendatang merupakan pertandingan terakhir dari seluruh rangkaian pertandingan kompetisi sepak bola terakbar di Nusantara ini. Ada 18 tim sepakbola terbaik di Indonesia yang berkompetisi dalam Iven ini, ada 396 pemain Indonesia terbaik dan ada 180 official tim yang mencurahkan tenaga dan pikirannya ,bahkan entah berapa ratus milyar rupiah dana yang dikucurkan tiap-tiap tim untuk membiayai 34 pertandingan mereka dalam kompetisi ini.
Namun terlepas dari semua hal yang disebutkan di atas, kami orang Papua merasa bangga, karena memiliki dua tim yang masuk dalam jajaran tim-tim terbaik itu. Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena, itulah kebanggaan kami. Karena kebanggaan itulah, nilai uang tak berarti bagi kami untuk membeli karcis masuk stadion, membeli tiket pesawat, tiket kapal laut, menyewa hotel, menyewa kendaraan, bahkan membeli souvenir maupun makanan ngemil sekalipun. Karena kebanggaan itu juga, kami tak peduli dengan kesesakan, kemacetan, kepanasan, bau keringat, kulit hitam yang terbakar matahari bahkan nyawa sekalipun.
Hitam kulit,keriting rambut, kami Papua….itulah sepenggal syair yang dilantunkan Edo Kondologit yang membakar semangat dan kebanggaan kami terhadap Boas Solossa,Ian Luis Kabes, Gerald Pangkali, Ortisan Solossa, David Lali, Kamasan Jack Komboy,Paulo Rumere, Edison Ames, Kristian Uron,Tinus Pae, Imanuel Wanggai, Stevi Bonsapia, Victor Igbonefo, Bio Paulin Piere, Jendry Pitoy, Ricardo Salampesy, Erol Iba, Ferdiansyah, Eduar Ivakdalam, Timotius Mote, Piter Rumaropen, Yesaya Desnam,Vendry Mofu, dan pemain Persipura serta Persiwa lainnya.
Kini kebanggaan kami ditantang dengan kondisi nyata yang terjadi pada detik-detik terakhir perjalananan kompetisi sepak bola ISL 2009/2010, yang mana perjalanan salah satu tim kebanggaan kami, Persipura Jayapura, menuju puncak tertinggi ISL, dihadang oleh tebing terjal nan curam. “Tidak Mungkin” bagi Persipura, itulah dua kata yang ada dalam benak semua warga Negara Indonesia pencinta sepak bola yang menyaksikan dan mengikuti jalannya kompetisi musim ini,.
Arema Indonesia, kini telah mengoleksi 69 poin dari 32 pertandingan, dengan 22 kemenangan, 3 seri dan 7 kalah, memasukkan 51 gol dan kemasukan 20 gol, selisih gol + 31, masih menyisahkan 2 kali pertandingan. Tim kebanggaan kami, Persipura Jayapura, telah mengoleksi 66 poin dari 33 pertandingan, dengan 18 kemenangan, 12 seri dan 3 kalah. Memasukkan 61 gol dan kemasukkan 32 gol, selisih gol +29, namun masih menyisahkan 1 kali pertandingan.
Artinya, Arema Indonesia dipastikan akan juara hanya dengan meraih hasil seri saat bertandang ke kandang PSPS atau Persija ( 26 dan 30 Mei 2010 mendatang ). Arema akan mengunci gelar ISL 2009/2009, jika pada tanggal 26 mampu menahan imbang tuan rumah PSPS. Jika itu terjadi, maka pertandingan Persipura Jayapura versus Persiwa Wamena, tidak akan bermakna. Namun sebaliknya, Persipura Jayapura bisa Juara, jika Arema Indonesia kalah berturut-turut dari PSPS dan Persija, sementara Persipura Jayapura meraih kemenangan dari Persiwa Wamena.
Memang ini hal yang “Tidak Mungkin”, tapi benar kah demikian?”Tidak”, saya mempunyai keyakinan yang sungguh kepada Yesus Kristus, Tuhan dan Allah kami, yang memberikan harapan melalui Firmannya,” Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah, dan apa yang mustahil bagi manusia, tidak mustahil bagi Allah. Karena keyakinan itulah, maka saya mengajak kepada kita semua yang mencintai dan membanggakan Persipura, Mari Kita Berdoa Untuk Persipura, karena saya berkeyakinan, bahwa hanya dengan kekuatan Doa, mujizat itu pasti nyata. Amin! ( Alberth Yomo,S.Hut – Fans Persipura Jayapura )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar