Kamis, 22 April 2010

Sungai Taritatu Meluap, Puluhan Rumah Di Mamberamo Hulu Tenggelam


Dabra- Puluhan warga di kampung Dabra 1 dan Dabra 2 Distrik Mamberamo Hulu, Kabupaten Mamberamo Raya terpaksa mengosongkan rumah dan mengungsi ke tempat lain, akibat meluapnya air dari sungai Taritatu ( Mamberamo ), dan menenggelamkan puluhan rumah yanRata Penuhg berada di sepanjang bantaran sungai.
Dari pantauan pacific post, Rabu(21/4 ) lalu, luapan air sungai Taritatu ini telah menenggelamkan puluhan rumah di kompleks Papasena, kompleks perkampungan Baso dan sejumlah rumah milik warga Dabra 1 dan Dabra 2, bahkan batas air sudah hampir melewati sejumlah atap rumah. Balai Desa yang baru saja di bangun, juga terancam tenggelam, kini air telah mencapai seperempat bagian dari bangunan itu.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dari keadaan yang ditimbulkan oleh peristiwa alam ini. Namun, kondisi ini, selain telah mengancam pemukiman penduduk, juga telah memutuskan hubungan jalan darat dari Dabra 1 ke Dabra 2, dan sebaliknya. Sehingga aktifitas pelajar SD dan SMP di daerah ini juga sedikit terhambat, Apalagi, letak sekolahnya di Dabra 1, sementara banyak pelajar dan guru bermukim di Dabra 2.
Menurut beberapa warga setempat yang diwawancarai, menuturkan, bahwa banjir tahunan memang selalu terjadi setiap tahun, namun tidak seburuk yang dihadapi saat ini.” Setiap awal-awal tahun, biasa air naik, tapi tidak separah ini, banjir kali ini sama seperti 7 tahun lalu,” jelas Otis Foisa.
Kondisi ini telah melumpuhkan aktifitas masyarakat sehari-hari, baik untuk berburu ikan dan buaya, juga melumpuhkan aktifitas social lainnya. Orang lebih memilih tinggal di rumah, dan mengharapkan air sungai cepat surut, sehingga mereka bisa beraktifitas. Sementara ini, hanya warga yang memiliki perahu yang dapat melakukan aktifitas transportasi dari dabra 1 ke dabra 2 dan sebaliknya.
Diperkirakan air akan surut pada awal bulan Mei, sebagaimana yang terjadi pada 7 tahun lalu. “ Mungkin air akan turun pada awal bulan ini, seperti yang terjadi pada 7 tahun lalu, air naik sampai disini ,” jelas Otis , sambil menunjukkan batas terakhir ketinggian air di rumahnya yang berjarak 100 meter dari bantaran sungai Taritatu. (yomo)

2 komentar:

  1. ado itu sa pu ruma su tngelam begitu ka
    untung sa liat makasi lagi yang masukan gmbar ini

    BalasHapus