Jumat, 28 Juni 2013

AKSI LAKI DI LAPANGAN HIJAU: PERSERU vs PERSEBA SUPER

Arthur Bonai di sepak 

Arthur Bonai melewati pemain lawan

Etougo Marcorlan

Duel Udara

SUKSES RAIH 3 POIN

Perseru Serui jelang laga melawan Perseba Super,stadion Marora Serui,Jumat(28/6)/ab foto

SERUI,28/6(JUBI)---Tim sepak bola Perseru Serui mengawali laga putaran 12 besar Liga Divisi Utama PSSI dengan hasil sangat memuaskan, karena berhasil meraih 3 poin setelah menang 2-0 atas lawannya Perseba Super, di stadion Marora Serui, Jumat(28/6) sore.
Kemenangan yang diraih anak asuh Robby Maruanaya ini menjadi modal penting untuk menjadi motivasi bagi pemainnya dalam menghadapi sejumlah pertandingan lain di grup C, baik melawan PSMP Mojokerto maupun Persikabo Bogor.
Pada pertandingan yang disaksikan ribuan pendukungnya, Perseru terlihat lebih percaya diri sehingga mampu mengendalikan pertandingan pada 30 menit awal babak I. Hasilnya pada menit 21, gelandang serangnya, Abdi Gusti berhasil menyarangkan si kulit bundar ke gawang Persiba Super sehingga mengantarkan Perseru memimpin dengan skor 1-0. Delapan menit kemudian, umpan cantik dari Yoksan Ama berhasil dituntaskan dengan baik oleh Etougo Marcorlan, mengantarkan Perseru memimpin dengan skor 2-0. Kedudukan ini tidak berubah hingga babak pertama usai.
Pada babak kedua, Perseru terlihat lebih menguasai permainan, namun sayangnya, sejumlah peluang emas yang tercipta tidak mampu berbuah gol. Sementara itu tim Perseba Super yang mengandalkan serangan balik, juga tidak mampu melewati barisan pertahanan Perseru yang dikawal Marten Sibi dan Linton, sehingga kedudukan 2-0 ini tidak berubah hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya permainan.
Pelatih Perseba Super, Musyadela yang diwakili asistennya Ashari mengaku jika kekalahan yang diderita timnya juga diakibatkan oleh kepemimpinan wasit yang lebih memihak kepada tuan rumah.”Kelihatan sekali wasit memihak tuan rumah, banyak terjadi pemukulan terhadap pemain kita, seharusnya dikartu merah, tetapi itu juga tidak dilakukan. Ya, nanti kami evaluasi lagi, semoga kegagalan ini menjadi awal dari kesuksesan kita nanti,” ungkap Ashari.
Sementara itu pelatih Perseru, Robby Maruanaya mengaku senang karena timnya berhasil meraih poin penuh di kandang. Menurut Robby, kemenangan ini menjadi penyemangat bagi timnya terutama para pemainnya untuk menampilkan performa terbaiknya pada laga-laga berikutnya.”Target tercapai, tapi anak-anak belum bisa menjaga emosinya akibat trik-trik yang dimainkan lawan, sehingga wasit mengeluarkan dua kartu kuning yang sebenarnya tidak perlu, karena itu sangat merugikan,” ungkap Robby.
Soal wasit, Robby juga mengakui kepemimpinan wasit belum baik, karena ada sejumlah keputusan yang sangat merugikan timnya. “Pemain sebenarnya tidak ingin memprotes wasit, tetapi seringnya keputusan diambil tidak sesuai, itu yang membuat pemainnya melakukan protes,” tandasnya.
Selanjutnya tim Perseru Serui direncanakan besok(29/6) akan bertolak ke tanah Jawa, dimana sesuai jadwal yang dikeluarkan Badan Liga, Perseru selanjutnya akan menghadapi PSMP Mojokerto.”Kami besok sudah berangkat menuju tanah Jawa untuk menghadapi PSMP Mojokerto, ya semoga bisa meraih hasil yang baik,”tandas Robby Maruanaya.(ab/Jubi)

Kamis, 27 Juni 2013

PERSERU SERUI SIAP AMANKAN 3 POIN

Tim Perseru Serui ...Aureto...

Serui,27/6(JUBI)---Pertandingan babak 12 besar kompetisi sepak bola Divisi Utama Liga Indonesia 2012/2013 putaran pertama akan digelar mulai besok 28 Juni 2013. Dua tim asal Papua, PSBS Biak dan Perseru Serui ada dalam 12 tim yang akan bertarung memperebutkan 3 tiket ke Indonesia Super Liga, sementara 1 tim lainnya akan ditentukan melalui babak play off.
Jika PSBS Biak yang tergabung di grup B akan mengawali laga perdana 12 besar di kandang Persebaya Surabaya, namun lain halnya dengan Perseru Serui, karena laga pembuka 12 besar ini mendapat kesempatan berharga bermain dikandangnya, stadion Marora, menghadapi tim Perseba Super Bangkalan.
Pelatih Perseru Serui, Robby Maruanaya mengaku senang karena timnya mendapat keuntungan untuk mengawali laga perdana putaran 12 besar di kandangnya, karena kondisi itu akan menjadi motivasi bagi tim Perseru Serui untuk menggapai hasil yang baik dan bisa menjadi bagian dari tim ISL di musim 2014.
“Kami tuan rumah, jadi tidak ada cerita untuk membiarkan peluang ini lepas tanpa hasil. Jadi dengan pertolongan Tuhan, kami akan bermain fight , harus menang dan meraih poin penuh, sehingga hasil itu akan memotivasi pemain untuk berjuang sekuat tenaga hingga akhir kompetisi, sehingga target masuk ISL bisa tercapai,” ujarnya.
Sementara itu kubu Perseba Super Bangkalan menyatakan tidak gentar untuk menghadapi tim manapun di babak 12 besar ini, termasuk tuan rumah Perseru Serui, karena target managemen Perseba Super adalah masuk ISL 2014, maka di setiap pertandingan, tetap berupaya untuk menang.
“Kami hanya minta agar perangkat pertandingan dapat menjalankan tugasnya secara profesional, sehingga apapun hasil akhir nanti dapat diterima dengan lapang dada oleh tim yang bertanding,” ujar Asisten pelatih Perseba Super Bangkalan  Ashari
Diketahui bahwa Perseru dan Perseba Super tergabung dalam grup C bersama PSMP Mojokerto dan Persikabo Bogor. Sementara itu PSBS Biak berada di grup B bersama Persebaya, PS Bangka dan PSIS Semarang.
Sistem kompetisi yang digunakan dalam babak 12 besar divisi utama ini adalah sistem kompetisi penuh dengan format "home and away" (kandang dan tandang) untuk babak promosi ke Indonesia Super League (ISL) tersebut.
Dari babak 12 besar ini akan diambil empat klub untuk berlaga di babak semifinal. Keempat klub itu adalah juara masing-masing grup dan peringkat kedua terbaik. Pertandingan babak semifinal dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2013 dan laga final berlangsung 10 September 2013 dengan lokasi yang masih akan diputuskan lebih lanjut.
Klub peringkat satu hingga tiga mendapatkan tiket promosi ke ISL musim depan, sedangkan klub peringkat empat harus menjalani laga 'play-off' melawan klub penghuni peringkat ke-15 ISL untuk memperebutkan satu tempat di kompetisi ISL.
Berikut pembagian grup babak 12 besar: Grup A: PSCS Cilacap, Persik Kediri, Persisko Tanjabar, Perseta Tulungagung Grup B: Persebaya Surabaya, PS Bangka, PSBS Biak, PSIS Semarang Grup C: Perseru Serui, Persikabo Kabupaten Bogor, Perseba Super Bangkalan, PS Mojokerto Putra. (ab/jubi)

Senin, 24 Juni 2013

DI GRUP XII, SIAPA YANG BAKAL PROMOSI KE DIVISI UTAMA?

Serui- Putaran Kompetisi Sepakbola antar klub-klub Divisi I PSSI tahun 2013 telah dimulai pada pertengahan bulan Juni. Sebanyak 77 klub se-Indonesia yang terbagi dalam 12 grup  bersaing dalam kompetisi ini.
Pada musim 2013 ini menjadi musim transisi buat BLAI selaku operator kompetisi amatir di Indonesia, untuk  melaksanakan amanat Kongres Luar Biasa (KLB) 17 Maret 2013, yakni meng-unifikasi kompetisi dampak dari dualisme kompetisi musim lalu. 
Kompetisi ini terbagi dalam 12 grup  tiap grupnya dihuni 6-7 tim, dengan sistem "home tournament. Penghuni dua posisi teratas di masing-masing grup berhak maju ke putaran II. Nantinya 24 tim yang lolos akan kembali dipecah menjadi 4 grup.
Pada putaran kedua, dua tim teratas di masing-masing grup berhak melaju ke putaran III. Pada babak ini akan melibatkan delapan tim dan terbagi dua grup. Penghuni posisi puncak dari 2 grup itu bakal bertemu di partai final. Sesuai regulasi jatah promosi, delapan tim berhak melenggang ke Divisi Utama musim berikutnya.
Khusus untuk grup XII, hanya diikuti oleh 5, yaitu Persinab Nabire, Persewar Waropen, Persias Asmat ( 3 tim asal Papua), Nusa Ina FC asal Maluku dan PS Kota Tomohon asal Sulawesi Utara. Pertandingan di grup ini digelar pada tanggal 17-25 Juni bertempat di Stadion Marora, Kota Serui Kabupaten Kepulauan Yapen.(ab)
Persinab Nabire

Persewar Waropen

Persias Asmat

Nusa Ina FC

PS Kota Tomohon

Selasa, 22 Januari 2013

Kaka, Jadi Wartawan Itu “Enak” e…..

Ab Yomo

“Kaka, jadi wartawan itu enak e…, bisa berangkat kemana-mana, punya kenalan banyak, dekat dengan pejabat dan pastinya punya banyak uang”. Ha???siapa yang bilang kalau wartawan itu enak?apanya yang enak? “Teman saya kan wartawan, dia sering ikut Gubernur Papua ke luar daerah, seluruh Kabupaten di Papua ini sepertinya dia sudah injak. Dia juga sering ke Jakarta, pokoknya dia itu macam pejabat sudah, tinggal berangkat terus”.
Jadi?ko juga mau jadi wartawan kah?”ae kaka, tapi saya tidak bisa tulis berita, biar saya kerja di kantor saja” Masa sarjana baru tidak bisa tulis berita?” ae…itu lagi….”baru ko punya skripsi siapa yang buat? ” ada orang yang buat lalu saya bayar, saya cuma terima jadi saja”. Haa?tapi bagaimana mungkin ko bisa lolos dari ujian komprehensip, ujian skripsi atau lolos dari para dosen penguji? “Ae kaka, sudah ko stop tanya-tanya sudah”hmm…Lalu kenapa ko tanya-tanya soal wartawan? “Ah trada kaka, cuma tanya saja, kaka macam tratau saja…”ohhh, jadi ko punya pacar itu seorang wartawan too, bilang dong dari tadi….
Begini ade manis, su bagus sudah ko pacar dengan wartawan, tapi ko perlu tau, kalau wartawan itu adalah sebuah profesi, dengan kata lain, wartawan adalah seorang profesional. Dalam menjalankan profesinya, seorang wartawan harus dengan sadar menjalankan tugas, hak, kewajiban dan fungsinya yakni mengemukakan apa yang sebenarnya terjadi. Bukan hanya itu, seorang wartawan harus  turun ke lapangan untuk meliput suatu peristiwa yang bisa terjadi kapan saja. 
Bahkan, wartawan kadangkala harus bekerja menghadapi bahaya untuk mendapatkan berita terbaru dan original. Selain itu wartawan harus mematuhi kode etik jurnalistik, misalnya wartawan tidak menyebarkan berita yang bersifat dusta, fitnah, sadis dan cabul serta tidak menyebutkan identitas korban kejahatan susila. wartawan menghargai dan menghormati hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar, wartawan tidak dibenarkan menjiplak, wartawan tidak diperkenankan menerima sogokan, dan sebagainya.
“Oh, jadi mereka berangkat-berangkat keluar daerah, lalu diberikan uang, itu namanya sogokan kah?”Tidak, itu merupakan upah yang mereka terima, dari tugas peliputan di luar. Di Instansi Pemerintah itu ada istilah perjalanan dinas, dan itu ada anggarannya. Nah anggaran perjalanan dinas itu yang diberikan juga kepada wartawan yang ikut. “Anggarannya besar kah?” ya, lumayan besar, bayangkan perjalanan ke daerah saja, satu wartawan yang diajak bisa dapat antara 2 sampai 3 juta rupiah. Kalau ke Jakarta malah bisa lebih, sampai 5 juta rupiah.
“Hmmm…pantasan, saya punya teman itu tinggal ganti Hand Phone baru terus” Bukan Cuma wartawan yang ganti HP baru, pejabat di Pemerintahan juga begitu.  Parahnya, bukan hanya HP baru, tapi bisa juga ganti nomor baru dan “gandengan baru”. “Aduh kaka, jangan kah…jangan sampai dia kase tinggal saya”.Siapa suruh pacar dengan wartawan…
Tapi itu benar, karena dana perjalanan dinas itu besar, makanya para pegawai dan pejabat di Pemerintahan itu berlomba-lomba bikin perjalanan dinas ke luar daerah, termasuk para wartawan yang meliput di Pemerintahan juga berlomba-lomba tunjuk diri, lakukan pendekatan dengan pejabat pemerintah, supaya bisa dapat bagian dari dana perjalanan dinas yang besar itu. Karena dana perjalanan dinas yang besar itu,  akhirnya para wartawan yang biasanya meliput di Pemerintahan saling menjatuhkan dan kemudian saling tidak senang dengan yang lainnya.
Tapi intinya adalah, bahwa ketika seorang wartawan sudah ketagihan menerima upah dari perjalanan Dinas atau dari peliputan pada instansi Pemerintah, maka kebebasan dia sebagai wartawan akan hilang. Wartawan dalam kelompok ini disebut wartawan plat merah, mereka akan cenderung mengangkat hal-hal baik, tetapi ketika mengetahui hal yang buruk dalam sistem birokrasi Pemerintahan, itu tidak akan diusik, mereka akan abaikan. Hal yang sama juga berlaku di lingkup Pemerintahan Kabupaten dan Kota.
Ini persoalan yang terjadi pada kami wartawan di Jayapura, dan dampaknya cukup luas. Bukan saja di birokrasi pemerintahan, tapi juga terjadi di legislatif , di pihak swasta bahkan TNI/Polri. Saat demo, kami bersatu, tetapi sebenarnya kami pura-pura supaya kami tetap diakui sebagai wartawan. Saat selesai mengetik satu berita, kami membagi berita itu supaya kami dianggap baik, padahal hanya pura-pura baik. 
“Boo kaka, macam ko serius sampai”…ah trada ade, kaka cuma pura-pura saja. Tapi intinya itu ada pada diri masing-masing orang yang menganggap diri wartawan dan juga perusahaan media dari wartawan yang bersangkutan. Apa yang harus dilakukan perusahaan? Ya, harus sering lakukan rolling, dan diberikan penugasan pada objek yang lain dalam jangka waktu tertentu. Bagaimana dengan wartawan yang tidak diawasi langsung oleh perusahaannya? hal itu menjadi tanggung jawab bersama, baik sebagai sesama profesi maupun dalam organisasi pers untuk dipertanggung jawabkan kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan.  
“Kaka, jadi saya juga termasuk dalam kelompok yang merasa dirugikan kah?” Ya, kalau ko punya pacar yang wartawan itu melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan, lalu dia tidak bertanggung jawab, ko bisa lapor to…tapi bukan ke dewan pers, mungkin ko lapor saja ke Polisi. “Ah kaka, saya serius ini, tapi benar juga jadi wartawan itu enak e,artinya berani berbuat, tapi tidak perlu kuatir untuk tanggung jawab, karena dekat dengan Polisi to”.  Tapi, ade ko tidak usah takut, karena orang bilang, suami paling baik adalah seorang Jurnalist! Salam buat ko punya paitua wartawan, mau tanggapi atau tidak terserah, yang jelas, saya cuma pura-pura menulis untuk refleksi hari pers , 9 Februari 2013. Semoga pers di Papua tidak berada dalam kepura-puraan…(abyomo)

Senin, 21 Januari 2013

Mengapa Bas Suebu “Ngotot”?


Bas Suebu


Pertanyaan ini santer didengungkan oleh masyarakat Papua ketika seorang Barnabas Suebu berupaya menempuh jalur hukum lantaran para elite politik dan berbagai pihak “terusik” untuk mempersoalkan statusnya. Padahal Bas Suebu tidak pernah mengusik orang lain atau mengusik seluruh orang asli Papua di Tanah Cenderawasih ini, Bas Suebu juga tidak pernah merampas makanan dari piring orang asli Papua di tanah Papua ini.
Justru Bas Suebu ketika memutuskan untuk “Pulang Kampung” dari perjalanannya yang panjang sebagai duta besar Indonesia di negara-negara lain, karena ia memikirkan orang asli Papua yang masih tertinggal, ia memikirkan orang asli Papua yang hak-hak hidupnya tidak diperhatikan.
Ternyata Bas Suebu membuktikan itu. Sejak 5 Tahun memimpin, rakyat di kampung-kampung yang tidak pernah diperhatikan oleh negara, akhirnya mendapatkan apa yang menjadi hak mereka, baik sebagai manusia atau sebagai warga negara Indonesia maupun sebagai orang asli Papua. Apa buktinya? Tidak perlu menyebut banyak, cukup satu saja, yaitu program Respek.
Lalu apakah seorang Barnabas Suebu melakukan kesalahan ketika memutuskan untuk maju kembali sebagai calon Gubernur? Kalaupun ada masalah di Undang-Undang Pemerintahan, apakah Bas Suebu salah ketika menggunakan Undang-Undang Otonomi Khusus? Kalaupun ada yang kurang di Undang-Undang Otsus, apakah salah jika ditambahkan atau dikurangi? Lalu kenapa para wakil rakyat Papua dan tokoh-tokoh papua lainnya tidak mendukung upaya yang dilakukan Bas Suebu?Apakah karena Bas Suebu seorang penjahat? apakah Bas Suebu bukan orang asli Papua?
Sangat menyedihkan ketika melihat para tokoh Papua, para intelektual Papua dan para wakil rakyat dengan gagah berani dan mati-matian berjuang untuk menggagalkan upaya-upaya yang ditempuh oleh seorang Bas Suebu. Seakan-akan apa yang dilakukan oleh Bas Suebu adalah suatu tindakan kejahatan. Mereka secepat itu melupakan perjuangan dan kerja keras Bas Suebu untuk “tanah ini”.
Berbagai pernyataan klasik yang muncul dari mereka yang “ngotot” untuk memutus upaya-upaya yang dilakukan Bas Suebu antara lain; Bas Suebu itu tokoh nasional, dia tidak pantas menjadi Gubernur di Papua, dia itu pantas menjadi Menteri atau Wakil Presiden. Pernyataan lainnya; Bas Suebu itu tokoh Papua yang pintar dan sangat cerdas, levelnya bukan di Papua lagi, tetapi level nasional dan internasional, dan lain sebagainya. Mengacu pada pernyataan itu, logikanya bahwa kualitas Bas Suebu di atas tokoh-tokoh Papua lainnya, sehingga jika Bas Suebu menjadi Gubernur Papua, maka persoalan-persoalan di Papua bisa cepat diatasi, karena orang yang mengurusnya adalah orang yang berkualitas dan profesional. Nah, kalau Papua diurus oleh pemimpin yang tidak berkualitas, mau di bawah ke mana rakyat Papua?
Dengan demikian, alasan itu adalah suatu bentuk pembelaan diri terhadap upaya-upaya untuk membangun kekuasaan dan kekuatan baru di Papua, yang tentunya akan menguntungkan kelompok tertentu dan mengabaikan kepentingan lain yang lebih besar di Tanah Papua ini.
Mengapa Bas Suebu Ngotot? Apakah karena Bas Suebu ingin kaya raya?Apakah Bas Suebu haus kekuasaan? Jawablah sesuai tafsiran masing-masing, namun jangan lupa, sampai akhir hayat di kandung badan, Papua adalah tempat Bas Suebu dilahirkan, Papua adalah rumahnya. Jadi, ketika Bas Suebu bergelut dengan proses hukum, itu adalah haknya, karena Bas Suebu adalah warga negara Indonesia yang mempunyai hak untuk dipilih, Bas Suebu mempunyai hak konstitusional yang sama dengan warga negara Indonesia lainnya, Bas Suebu mempunyai hak untuk membela kebenaran dan mempunyai hak untuk diperlakukan secara adil oleh negara.
“ Negara ini bukan negara biadab, tetapi negara ini adalah negara hukum. Hukum tidak boleh dipermainkan, hukum tidak boleh diinjak-injak. Kebenaran itu harus ditegakkan, kebenaran tidak boleh dikalahkan oleh kekuatan apapun. Jika hukum dipermainkan dan kebenaran ditutupi, maka pasti kekacauan yang terjadi,” ungkap Bas Suebu.
Karena itu, kenapa Bas Suebu pada waktu lalu berjuang sampai ke Mahkamah Konstitusi, kemudian di awal 2013 ini memperkarakan KPUD Papua di PTUN Jayapura, lalu berlanjut ke PTUN Makassar? Tujuannya hanya satu, agar hukum dan kebenaran itu ditegakkan di Tanah Papua, sehingga rakyat Papua tidak dikatakan sebagai bangsa yang biadab.
Saya yakin, kalau ibunya Bas Suebu masih hidup, ia akan menangis dan marah besar kepada Bas Suebu. Ia akan berkata kepada Bas; Hei Bas, kenapa 5 tahun lalu ko kembali ke Papua, lebih baik ko urus ko punya diri sendiri dan keluarga, kenapa ko mau pusing dengan rakyat Papua?sekarang apa balasannya yang ko dapat dari mereka?ko berjuang sendiri mencari keadilan, sementara para wakil rakyat dan elite Papua lainnya menertawakanmu. Semoga saja, mereka yang tertawa itu tidak menangis di kemudian hari. Selamat berjuang KK Bas, Tuhan memberkati.  (ab)

Sabtu, 03 November 2012

Tonny Tesar : Kebersamaan sebagai satu rumpun yang memiliki kedekatan emosional



Bupati se-kawasan teluk Cenderawasih

Tonny Tesar
Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Tonny Tesar,S.Sos memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua Bupati se-kawasan teluk Cenderawasih yang sepakat menetapkan Kabupaten Kepulauan Yapen sebagai tuan rumah penyelenggaraan pertemuan Bupati se-Kawasan Teluk Cenderawasih yang pertama.
Pertemuan ini, kata Tonny, merupakan langkah awal untuk menyamakan persepsi langkah kebersamaan sebagai satu rumpun yang memiliki kedekatan emosional, baik sebagai kedekatan kultural, budaya maupun sosial bahkan potensi alam yang sangat menjanjikan untuk diolah secara bersama demi untuk mensejahterakan masyarakat kita.
Pertemuan sekaligus konsolidasi Bupati se-kawasan teluk Cenderawasih ini mengusung thema Merintis kerjasama wilayah dalam rangkah percepatan pembangunan di kawasan teluk cenderawasih.
“Sudah saatnya sebagai bagian dari kawasan teluk Cenderawasih, kita sudah harus berpikir bagaimana membangun kawasan ini agar cepat tumbuh dan berkembang seperti wilayah lain di Indonesia,”ungkap Tonny Tesar, di graha silas papare, Jumat(2/11).
Membangun kawasan teluk Cenderawasih,kata Tonny, akan diperhadapkan pada berbagai permasalahan yang antara lain,yang pertama, belum optimalnya sumber daya manusia, baik dari kualitas maupun kuantitas dalam upaya memanfaatkan potensi sumber daya alam yang begitu besar.
kedua, keterbatasan sektor transportasi, baik transportasi  laut, udara maupun darat, sehingga kelancaran angkutan barang dan orang menjadi terhambat dan mahal.
Tiga, belum termanfaatkannya potensi pasar dan pemasaran yang ada.ke-empat, pemanfaatan hutan  produksi yang melebihi daya dukung lingkungan, sehingga mengganggu fungsi hutan lindung yang ditetapkan. Lima, terjadi konflik sosial menjadi kendala dalam pengembangan potensi budaya yang ada.
Dengan menyimak permasalahan di atas maka tentunya kita masing-masing membangun secara sendiri-sendiri dengan mempertahankan egoisme kedaerahan dengan tidak terkoordinasi secara baik, maka harapan untuk membangun masa depan akan sulit untuk dicapai.
Karena itu, Tonny mengajak semua pimpinan daerah dalam kawaasan teluk Cenderawasih untuk bersatu dan bergandengan tangan membangun kerjasama untuk maju dan berkembangnya daerah teluk Cenderawasih.
Bentuk dan mekanisme percepatan kerjasama wilayah atau daerah ini telah didukung dengan berbagai Undang-Undang dan peraturan, yang antara lain, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Papua, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan kerjasama antar  daerah yang diatur secara tegas dan jelas pada bab IX pasal 195 dan 197,  Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang kerjasama antar daerah yang diamanatkan dalam pasal 47 ayat 1 dan pasal 54 ayat 1. Peraturan Pemerintah nomor 50 tahun 2007 tentang tata cara kerjasama daerah dan Permendagri nomor 69 tahun 2007 tentang kerjasama wilayah perkotaan.
Bertolak dari pemahaman ketentuan peraturan dan perundang-undangan tersebut, maka dasar pemikiran yang muncul adalah, bahwa pembangunan suatu daerah berpengaruh kepada daerah lain. Tetapi pengaruh yang terjadi, bisa bersifat positif, tapi juga bisa bersifat negatif. Untuk itu, dibutuhkan koordinasi antar daerah sehingga pembangunan dari setiap daerah, selain mempunyai implikasi positif menaikan biaya pembangunan, juga dapat dilakukan di berbagai tingkatan kerjasama, antara lain kerjasama perencanaan keuangan, kerjasama perencanaan pembangunan dan kerjasama pembangunan. Dengan demikian, prioritas kebijakan pembangunan kawasan yang kita rencanakan harus diarahkan untuk mengurangi ketertimpangan wilayah dengan menerapkan  5 pemikiran strategis sebagai berikut :
1. Mendorong percepatan pembangunan wilayah-wilayah strategis dan cepat tumbuh yang selama ini masih belum berkembang secara optimal sehingga dapat menjadi motor penggerak bagi wilayah-wilayah tertinggal sekitarnya dan suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi yang sangat strategis.
2. Meningkatkan keberpihakkan Pemerintah untuk mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal dan terpencil sehingga wilayah-wilayah tersebut dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dan dapat mengejar ketertinggalan pembangunan dari daerah lain.
3. Mengembangkan wilayah-wilayah perbatasan sehingga kawasan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pintu gerbang aktifitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga.
4. Menyeimbangkan pertumbuhan pembangunan antar kota.
5. Meningkatkan keterkaitan kegiatan ekonomi yang berada di wilayah Kampung dan perkotaan.
Pertemuan ini dilaksanakan karena banyak hal yang harus dibicarakan. Kita merasa mempunyai kepentingan yang sama dalam upaya mempercapat pembangunan di daerah kita masing-masing. Perlu kita sadari bahwa daerah kita tergolong daerah tertinggal. Ketertinggalan daerah ini merupakan tantangan yang harus  dicari jalan keluarnya, jika kita mempunyai harapan untuk maju seperti daerah lain untuk mengejar ketertinggalan ini perlu adanya terobosan baru yang harus diperjuangkan sebagai wujud kerjasama antar  daerah dalam bentuk program dan kegiatan yang nyata. Tetapi kita juga harus pahami bersama-sama, bahwa pertemuan pertama ini belum bisa menghasilkan suatu rencana yang kongkrit. Namun masih merupakan penyampaian gagasan atau ide yang akan dijadikan sebagai bahan diskusi lebih lanjut. terutama perlu dikaji kembali hasil kesepakatan tentang pembentukkan  atau wadah asosiasi agar pertemuan kita nanti  sesuai dengan peraturan Undang-Undang yang berlaku, perlu kita rumuskan rencana yang lebih baik lagi pada pertemuan-pertemuan dalam rangka untuk memantapkan rencana kerjasama pembangunan kawasan serta mengevaluasi sejauh  mana aspirasi pemekaran daerah otonomi baru, pembentukan Provinsi Papua Tengah.
Dengan  demikian, diharapkan akhir dari pertemuan ini dapat menghasilkan beberapa kesepakatan sebagai tindak lanjut guna mewujudkan cita-cita dan harapan yang mulia ini.(alberth yomo)